KUESIONER

Mohon kuisioner ini diisi dengan jawaban yang sesuai dengan kondisi sebenarnya.

A. Pengembangan Kebijakan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan

1. (i) Apakah ada kebijakan sekolah yang peduli dan berbudaya Lingkungan Hidup di sekolah Saudara?
a. Belum ada
b. Ada (lampirkan)
(ii). Jika ada,
a. SK
b. RIPS/RPS/Renstra/RKS
c. KTSP

2. Apakah ada kebijakan sekolah dalam pengembangan kurikulum pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup?
a. Belum ada.
b. Ada (lampirkan).

3. (i). Apakah ada kebijakan sekolah terkait dengan pelaksanaan kegiatan rutin tahunan bertema LH?
a. Belum ada.
b. Ada .
(ii). Jika ada,
a. 1-3 kegiatan selama satu tahun (lampirkan).
b. 4-6 kegiatan selama satu tahun (lampirkan).
c. > 6 kegiatan selama satu tahun (lampirkan).

4. (i). Apakah ada kebijakan sekolah tentang peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia di bidang LH bagi warga sekolah diluar peserta didik dalam 3 tahun terakhir?
a. Belum ada.
b. Ada.
(ii). Jika ada, uraikan dalam tabel (lihat panduan)

5. (i). Apakah ada kebijakan sekolah untuk melakukan sosialisasi penerapan Pendidikan LH kepada warga sekolah (pengawas, guru, komite sekolah, yayasan sekolah, orangtua siswa, siswa, petugas sekolah) selama 3 tahun terakhir?
a. Belum ada.
b. Ada (lampirkan).
(ii). Jika ada,
a. 1-3 jenis kegiatan (lampirkan).
b. 4-6 jeniskegiatan (lampirkan).
c. > 6 jenis kegiatan (lampirkan).

6. Apakah ada kebijakan sekolah dalam upaya efisiensi penggunaan air, listrik, alat tulis kantor, plastik dan bahan lainnya ?
a. Belum ada.
b. Ada (lampirkan).

7. Apakah ada kebijakan sekolah terkait terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat?
a. Belum ada.
b. Ada (lampirkan).

8. Apakah ada kebijakan sekolah untuk mengalokasikan anggaran bagi kegiatan yang terkait dengan pendidikan LH?
a. Belum ada
b. Ada, tidak tertuang dalam Rencana Anggaran Pembiayaan belanja Sekolah
(RAPBS) (lampirkan).
c. Ada, tertuang dalam RAPBS (lampirkan).

B. Pengembangan Kurikulum Berbasis Lingkungan Hidup

1. (i) Apakah ada upaya pengembangan kurikulum pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup ?
a. Belum ada.
b. Ada.
(ii) Jika ada,
a. Integrasi atau monolitik.
b. Integrasi dan monolitik.

2. (i). Apakah ada upaya penambahan dan/atau pengembangan materi Pendidikan LH berdasarkan isu lokal lingkungan hidup yang ada di wilayah sekitar ?
a. Belum ada.
b. Ada.
(ii). Jika ada,
a. 1-3 isu
b. >3 isu

3. (i). Apakah ada upaya penambahan dan/atau pengembangan materi PLH terkait dengan isu lingkungan hidup global?
a. Belum ada.
b. Ada.
(ii). Jika ada,
a. 1 – 3 isu
b. > 3 isu

4. (i). Apakah ada pengembangan metode pembelajaran Pendidikan LH?
a. Belum ada
b. Ada
(ii) Jika ada,
a. 1-3 metode
b. >3 metode

5. (1). Apakah ada pemanfaatan sumber belajar lain tentang LH?
a. Belum ada.
b. Ada.
(ii). Jika ada (Jawaban bisa lebih dari 1),
a. media elektronik.
b. media cetak.
c. nara sumber di luar sekolah.
d. lingkungan hidup sekitar.

6. (i). Apakah ada kegiatan kurikuler sekolah yang menghasilkan karya/aksi nyata dalam hal mengimplementasikan hasil pembelajaran yang bertema LH dalam 3 tahun terakhir?
a. Belum ada.
b. Ada.
(ii). Jika ada,
a. 1–5 jenis kegiatan (lampirkan).
b. > 5 jenis kegiatan (lampirkan).


C. Pengembangan Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipatif

1. (i). Apakah ada kegiatan dalam ekstrakurikuler atau kokurikuler yang mendukung pembiasaan perilaku berbudaya lingkungan hidup peserta didik ?
a. Belum ada.
b. Ada.
(ii). Jika ada,
a. 1-3 jenis kegiatan (lampirkan).
b. > 3 jenis kegiatan (lampirkan).

2. (i). Apakah ada kegiatan lingkungan yang diprakarsai oleh sekolah dan melibatkan masyarakat di sekitar lingkungan sekolah?
a. Belum ada.
b. ada.
(ii). Jika ada,
a. 1-3 kegiatan (lampirkan).
b. > 3 kegiatan (lampirkan).

3. (i). Apakah ada kegiatan lingkungan yang diprakarsai oleh pihak luar yang diikuti sekolah?
a. Belum ada.
b. Ada.
(ii). Jika ada,
a. 1-5 kegiatan (lampirkan).
b. > 5 kegiatan (lampirkan).

4. (i). Apakah ada kegiatan kemitraan yang dilakukan sekolah dengan pihak luar (institusi terkait, pihak swasta atau LSM) dalam pengembangan Pendidikan LH?
a. Belum ada.
b. Ada.
(ii). Jika ada,
a. 1-3 kegiatan (lampirkan).
b. > 3 kegiatan (lampirkan).

D. Pengembangan dan atau Pengelolaan Sarana Pendukung
Sekolah yang ramah lingkungan

1. (i). Apakah ada pemanfaatan sarana pendukung sekolah sebagai
media pembelajaran LH?
a. Belum ada.
b. Ada.
(ii). Jika ada,
a. 1-3 pemanfaatan (lampirkan).
b. > 3 pemanfaatan (lampirkan).

2. (i). Apakah ada pengelolaan sarana dan prasarana sekolah yang ramah lingkungan?
a. Belum ada.
b. Ada.
(ii). Jika ada,
a. 1-3 pengelolaan (lampirkan).
b. > 3 pengelolaan (lampirkan).

3. (i). Apakah ada upaya pengelolaan fasilitas sanitasi untuk menunjang kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah?
a. Belum ada.
b. Ada.
(ii). Jika ada,
a. 1-3 upaya (lampirkan).
b. > 3 upaya (lampirkan).

4. (i). Apakah ada upaya efisiensi penggunaan penghematan air, listrik, alat tulis kantor, plastik dan
bahan lainnya ?
a. Belum ada.
b. Ada.
(ii). Jika ada,
a. 1-3 upaya (lampirkan).
b. > 3 upaya (lampirkan).

5. (i). Apakah ada upaya pengelolaan kantin dan atau makanan yang sehat di sekolah?
a. Belum ada.
b. Ada.
(ii). jika ada,
a. 1-3 upaya (lampirkan).
b. > 3 upaya (lampirkan).

6. (i). Apakah ada upaya pengelolaan sampah untuk menunjang kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah?
a. Belum Ada.
b. Ada.
(ii). Jika ada,
a. 1-3 upaya (lampirkan).
b. > 3 upaya (lampirkan).

 

 


Outline
Rencana Kegiatan
Pengembangan Sekolah Adiwiyata

Rencana kegiatan terdiri dari 3 (tiga) bagian yaitu :

A. Latar belakang:
Uraian motivasi dan harapan sekolah dalam mengikuti Program Adiwiyata

B. Potensi dan Kendala :
Uraian potensi dan kendala sekolah dalam mewujudkan Program Adiwiyata

Uraian A dan B, maksimal 3 (tiga) lembar dengan spasi 1,5, Font Arial, Size 12.

C. Rencana Kegiatan:
Uraian rencana kegiatan yang akan dilakukan oleh sekolah untuk mewujudkan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan selama 4 tahun.

Tabel rencana kegiatan

A. Pengembangan Kebijakan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan

Tujuan Kegiatan Sasaran Output WAKTU
I II III IV

B. Pengembangan Kurikulum Berbasis Lingkungan Hidup

Tujuan Kegiatan Sasaran Output WAKTU
I II III IV

C. Pengembangan Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipatif

Tujuan Kegiatan Sasaran Output WAKTU
I II III IV

D. Pengembangan dan atau Pengelolaan Sarana Pendukung Sekolah Yang Ramah Lingkungan

Tujuan Kegiatan Sasaran Output WAKTU
I II III IV

Mengetahui
Kepala Sekolah Komite Sekolah

Stempel
Sekolah
(.............................) (........................)

 

 

 


 

Keterangan tabel :

1. Kolom Tujuan menguraikan kriteria dari ke 4 indikator Sekolah Adiwiyata
2. Kolom Kegiatan menguraikan kegiatan yang akan dilakukan terkait tujuan yang ingin dicapai
3. Kolom Sasaran menguraikan para pihak yang terlibat dalam kegiatan yang dimaksud.
4. Kolom Output menguraikan hasil yang ingin dicapai dari kegiatan yang dimaksud.
5. Kolom Waktu menguraikan waktu pelaksanaan pertahun selama 4 tahun.

Contoh Pengisian Tabel :

A. Pengembangan Kebijakan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan

Tujuan Kegiatan Sasaran Output WAKTU
I II III IV
Mengembangkan visi dan misi Revisi visi dan misi sekolah Adiwiyata Kepsek, Guru, Komite Visi dan Misi tercantum dalam KTSP
Sosialisasi visi dan misi sekolah Adiwiyata Seluruh Warga Sekolah Tersosialisasi visi dan misi sekolah Adiwiyata

B. Pengembangan Kurikulum Berbasis Lingkungan Hidup

Tujuan Kegiatan Sasaran Output WAKTU
I II III IV
Mengembangkan kurikulum pembelajaran PLH Menyusun silabus terkait PLH secara integrasi Kepsek, Guru mata pelajaran terkait Silabus Mapel terintegrasi
Menyusun silabus terkait PLH secara monolitik Kepsek, Guru mata pelajaran PLH Silabus Mapel Monolitik PLH

 


 

Outline
Laporan Pelaksanaan Kegiatan
Program Adiwiyata
Tahun ............*)

A. PENGEMBANGAN KEBIJAKAN SEKOLAH PEDULI DAN BERBUDAYA LINGKUNGAN

No Kegiatan Pelaksanaan Sasaran Hasil yang Dicapai Kendala Pelaksanaan Tindak Lanjut

B. PENGEMBANGAN KURIKULUM BERBASIS LINGKUNGAN
No Kegiatan Pelaksanaan Sasaran Hasil yang Dicapai Kendala Pelaksanaan Tindak Lanjut

C. PENGEMBANGAN KEGIATAN LINGKUNGAN BERBASIS PARTISIPATIF
No Kegiatan Pelaksanaan Sasaran Hasil yang Dicapai Kendala Pelaksanaan Tindak Lanjut

D. PENGEMBANGAN DAN ATAU PENGELOLAAN SARANA PENDUKUNG SEKOLAH YANG RAMAH LINGKUNGAN
No Kegiatan Pelaksanaan Sasaran Hasil yang Dicapai Kendala Pelaksanaan Tindak Lanjut

Keterangan tabel :
1. Kolom Kegiatan menguraikan kegiatan yang telah dilakukan.
2. Kolom Pelaksanaan menguraikan waktu pelaksanaan kegiatan .
3. Kolom Sasaran menguraikan para pihak yang terlibat dalam kegiatan yang dimaksud.
4. Kolom Hasil yang dicapai menguraikan hasil yang telah dicapai dari kegiatan yang dimaksud.
5. Kolom Kendala Pelaksanaan menguraikan kendala dan permasalahan yang dihadapi .
6. Kolom Tindak Lanjut menguraikan rencana tindak lanjut untuk tahun berikutnya (bila diperlukan).

*) Tahun yang dimaksud adalah sesuai dengan tahun ajaran misalnya Juli 2009 – Juni 2010

 


 

PANDUAN PENGISIAN KUISIONER

Pengisian Bagian A

Khusus untuk bagian A, mohon melampirkan dokumen KTSP dokumen I dan lembar pengesahan.

1. Kebijakan sekolah peduli dan berbudaya Lingkungan Hidup tercermin dalam visi misi sekolah yang tercantum pada Dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau Rencana Induk Pengembangan Sekolah (RIPS) atau Rencana Stategis (Renstra). Visi dan misi sekolah secara jelas mencerminkan peduli dan berbudaya lingkungan hidup, misalnya dengan mencantumkan kata – kata antara lain: pelestarian lingkungan hidup, peningkatan kualitas lingkungan hidup, mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup, dll. Apabila belum tercantum dalam dokumen KTSP/RIPS/Renstra dapat dituangkan dalam bentuk Surat Keputusan. Semua dokumen diatas harus ditandatangani oleh Kepala Sekolah dan Komite Sekolah dan dibubuhi stempel sekolah. Lampirkan dokumennya.

2. Kebijakan sekolah dalam pengembangan kurikulum pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup berupa Surat Keputusan terkait dengan pengembangan KTSP secara integratif dan atau monolitik. Lampirkan dokumennya.

3. Kebijakan sekolah terkait dengan pelaksanaan kegiatan rutin tahunan bertema LH berupa Surat Keputusan atau Surat Edaran. Kegiatan rutin tahunan yang akan dilakukan oleh sekolah berkaitan dengan peringatan hari – hari LH (lihat Box) atau peringatan hari-hari besar lainnya dengan mengangkat tema LH, seperti Peringatan Hari Kemerdekaan RI, Peringatan Hari Pahlawan, dll). Lampirkan lengkap dengan agenda kegiatannya.

Hari-Hari Peringatan Nasional/Internasional yang bertema LH
a. Tanggal 10 Januari : Hari Pencanangan Gerakan Satu Juta Pohon
b. Tanggal 2 Februari : Hari Lahan Basah
c. Tanggal 20 Maret : Hari Kehutanan Sedunia
d. Tanggal 22 Maret : Hari Air
e. Tanggal 22 April : Hari Bumi
f. Tanggal 21 Februari : Hari Sampah
g. Tanggal 22 Mei : Hari Keanekaragaman Hayati
h. Tanggal 5 Juni : Hari Lingkungan hidup Hidup Sedunia
i. Tanggal 16 September : Hari Ozon Sedunia
j. Tanggal 5 Oktober : Hari Habitat
k. Tanggal 5 Nopember : Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional

4. Kebijakan tentang peningkatan Kapasitas SDM warga sekolah diluar peserta didik di bidang lingkungan hidup dapat dilakukan melalui seminar, lokakarya/workshop, studi banding, training/magang, pendidikan berjenjang (formal dan non formal). Data yang disampaikan adalah data 3 tahun terakhir. (Lampirkan data pendukung: sertifikat, surat-surat, dll, masing-masing 1 data pendukung untuk tiap jenis kegiatan, sedangkan sisanya akan diverifikasi di tempat). Mohon untuk mengisi tabel dibawah ini.

 

No. Jenis Kegiatan Nama Kegiatan Tahun Jumlah orang
1. Seminar
2. Lokakarya/Workshop
3. Studi Banding
4. Training
5. Pendidikan Berjenjang

5. Kebijakan sekolah untuk melakukan sosialisasi penerapan Pendidikan LH kepada warga sekolah (pengawas, guru, komite sekolah, yayasan sekolah, orangtua siswa, siswa, petugas sekolah) selama 3 tahun terakhir berupa Surat Keputusan atau Surat Edaran. Sosialisasi dapat dilakukan dalam bentuk pengarahan reguler pada saat upacara bendera, rapat (pengawas sekolah, guru, komite sekolah, yayasan sekolah, orang tua peserta didik, peserta didik, petugas sekolah) dengan melampirkan agenda atau materi yang disampaikan. (Lampirkan dokumennya)

6. Kebijakan sekolah dalam upaya efisiensi penggunaan air, listrik, alat tulis kantor, plastik dan bahan lainnya berupa Surat Keputusan dengan melampirkan petunjuk pelaksanaan dan penanggung jawab serta ditandatangani oleh yang berwenang. (Lampirkan dokumennya).

7. Kebijakan sekolah terkait terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat berupa Surat Keputusan atau Surat Edaran, antara lain kegiatan 7 K (Keindahan, kebersihan, kerindangan, kerapihan, ketertiban, keamananan, kenyamanan), tempat sampah terpisah, piket kebersihan, pemeliharaan lingkungan hidup, pengaturan kawasan bebas rokok, dengan mencantumkan antara lain: petunjuk pelaksanaan dan penanggung jawab. (Lampirkan dokumen).

8. Kebijakan sekolah untuk mengalokasikan anggaran bagi kegiatan yang terkait dengan pendidikan LH khusus yang berkaitan dengan kegiatan pengembangan pendidikan lingkungan hidup, misalnya training bertema lingkungan hidup hidup, kegiatan lingkungan hidup hidup, penyediaan prasarana kebersihan, penghijauan, kompos dll. (Lampirkan dokumen RAPBS atau non RAPBS)

Pengisian Bagian B

Khusus untuk bagian B, mohon melampirkan dokumen KTSP dokumen II yang terkait dengan pembelajaran PLH.

1. Pengembangan kurikulum pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup dapat dilaksanakan secara :
- Integrasi adalah menyisipkan materi lingkungan hidup ke dalam struktur kurikulum sesuai jenjang pendidikan seperti mata pelajaran wajib, muatan lokal (selain PLH) dan pengembangan diri yang relevan.
- Monolitik adalah mengajarkan materi pendidikan lingkungan hidup yang dialokasikan pada jam pelajaran khusus dan berdiri sendiri sebagai mata pelajaran, misalnya sebagai mata pelajaran PLH dalam muatan lokal. (Lampirkan Silabus dan RPP mata pelajaran terkait)

2. Pengembangan materi Pendidikan LH berdasarkan isu lokal yang dimaksud adalah isu lingkungan hidup yang ada di wilayah sekitar baik yang merupakan potensi maupun yang memberi dampak negatif/positif terhadap masyarakat, misalnya: pelestarian fauna/flora, kekayaan sumberdaya hayati, kearifan budaya lokal, pengelolaan sampah, kekeringan, pencemaran air/udara/tanah, krisis Sumber Daya Air, penggundulan hutan, kabut asap, bencana alam dll. (Lampirkan Silabus/RPP/Modul/Hand Out terkait dengan isu yang dimaksud).

3. isu LH global yang dimaksud adalah isu lingkungan hidup yang sudah diatur dalam konvensi internasional, seperti energy, ozon, perubahan iklim, keanekaragaman hayati, bahan berbahaya dan beracun, tumpahan minyak, kelautan, dll.
(Lampirkan Silabus/RPP/Modul/Hand Out dan dokumen lain yang mendukung).

4. Metode pembelajaran PLH yang dimaksud adalah cara belajar aktif yang berfokus pada peserta didik seperti : ceramah, demonstrasi, diskusi, simulasi, laboratorium, pengalaman lapangan, brainstorming, debat, simposium, dll (Lampirkan Silabus/RPP/Modul/Hand Out/photo).

5. Sumber belajar lain tentang LH yang dimaksud adalah diluar buku pelajaran wajib dan guru, misalnya dari sumber media elektronik, media cetak, lingkungan alam sekitar, nara sumber di luar sekolah, dll.
(Lampirkan Silabus/RPP/Modul/Hand Out dan dokumen lain yang mendukung).

6. Kegiatan kurikuler dimaksud adalah kegiatan yang terkait dengan pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan hidup yang menghasilkan karya/aksi nyata bertema lingkungan hidup dan menjadi penilaian mata pelajaran terkait. Karya/aksi nyata tersebut misalnya hasil karya peserta didik, seperti produk tertentu, makalah, Puisi, Artikel, Laporan Penelitian.
(Lampirkan dokumentasi hasil karya/aksi yang dimaksud).

Pengisian Bagian C.

1. Pengembangan kegiatan dalam ekstrakurikuler (kegiatan tidak diwajibkan atau kegiatan yang diminati peserta didik seperti kegiatan: pramuka, Karya Ilmiah Remaja, dokter kecil, Palang Merah Remaja, Pecinta Alam, Majalah Dinding, dll.); atau ko-kurikuler (kegiatan pembelajaran diluar mata pelajaran, seperti Masa Orientasi Sekolah, Pesantren Kilat, Karya Wisata, piket kebersihan, Jum’at bersih, lomba kebersihan/perawatan taman/toga, simulasi bencana dll) yang dapat mendukung pembiasaan perilaku berbudaya lingkungan hidup bagi peserta didik.

Sebutkan jenis ekstrakurikuler atau ko-kurikuler dimana kegiatan tersebut dilaksanakan beserta bentuk/topik/tujuan kegiatan yang mendukung pembiasaan perilaku berbudaya lingkungan hidup yang dimaksud. (Lampirkan laporan kegiatan yang terkait dengan perilaku berbudaya lingkungan hidup, dilengkapi data pendukung lainnya, seperti foto)

2. Kegiatan lingkungan hidup yang diprakarsai sekolah dapat berupa kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat sekitar sekolah (minimal dalam wilayah Kecamatan) seperti Jumat Bersih, penanaman pohon/penghijauan, pengelolaan sampah, kampanye lingkungan hidup, seminar lingkungan hidup, lomba-lomba lingkungan dll. (Lampirkan dokumen pendukungnya).

3. Kegiatan lingkungan hidup yang diprakarsai oleh pihak luar (instansi pemerintah, pihak swasta dan lembaga swadaya masyarakat) seperti: penelitian lingkungan hidup, lomba sekolah sehat (UKS), lomba kebersihan sekolah, lomba menggambar bertema lingkungan hidup, lomba cipta lagu lingkungan hidup, lomba debat/pidato/orasi bertema lingkungan hidup dan aksi-aksi lingkungan hidup lainnya. Kegiatan ini dapat dilakukan oleh kelompok/individu. (Lampirkan dokumen pendukung, antara lain: surat undangan, surat tugas, laporan, foto, sertifikat, dll).

4. Kegiatan kemitraan yang dilakukan sekolah dengan pihak luar (institusi terkait, pihak swasta atau LSM) dalam pengembangan Pendidikan LH adalah kegiatan kerjasama antara sekolah dengan berbagai pihak di luar sekolah (sekolah lain, instansi-instansi pemerintah, lembaga swadaya masyarakat/swasta/industri/ormas,dll) dalam suatu bentuk kegiatan pembinaan/pengembangan pendidikan lingkungan hidup. Kemitraan tersebut harus tertuang dalam dokumen kerjasama. Kegiatan ini misalnya :
a. Adopsi terhadap sekolah oleh pihak swasta/industri dalam rangka pembinaan sekolah berbasis lingkungan hidup.
b. Penyusunan materi ajar lingkungan hidup.
c. Pembuatan alat peraga untuk penjelasan pembelajaran materi lingkungan hidup .
d. Penanaman pohon
(Lampirkan dokumen pendukung, antara lain surat undangan, notulen, foto, sertifikat, MOU/Surat Perjanjian Kerjasama, dll).

Pengisian Bagian D

1. Pemanfaatan sarana pendukung sekolah yang ramah lingkungan sebagai media pembelajaran LH adalah penggunaan/ pemanfaatan sarana pendukung sekolah yang telah ada untuk mendukung kegiatan pembelajaran pendidikan lingkungan hidup, misalnya: tempat sampah untuk pembelajaran pemilahan sampah, pemanfaatan taman/kebun, toga, tabulapot, flora/fauna langka, pembibitan, rumah kaca sebagai laboratorium alam untuk pembelajaran tentang keanekaragaman hayati, dll.
(Lampirkan Silabus/RPP/laporan kegiatan, foto/dokumentasi pendukung lainnya).

2. Pengelolaan sarana dan prasarana sekolah yang ramah lingkungan hidup, misalnya:
a. Ruang kelas memiliki pengaturan cahaya, ventilasi udara secara alami.
b. Pemeliharaan dan pengaturan pohon peneduh/penghijauan.
c. Pemanfaatan sumur resapan dan/atau biopori
(Lampirkan dokumen pendukung).

3. Upaya pengelolaan fasilitas sanitasi untuk menunjang kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah meliputi MCK, drainase, penampungan air (bersih dan kotor), mulai dari pengadaan, pemeliharaan dan perbaikan misalnya :
a. Pengelolaan sanitasi sekolah melibatkan guru dan peserta didik, selain tenaga khusus,
b. Membuat mekanisme dan jadwal untuk kegiatan pengelolaan sanitasi,
c. Pengadaan air bersih yang mencukupi untuk semua warga sekolah,
d. Pengelolaan air limbah dari berbagai sumber,
e. Upaya pemeliharaan dan pembersihan drainase di dalam dan di lingkungan sekolah (sampah, gulma dan sedimen).
(Lampirkan dokumen pendukung).

4. Upaya efisiensi penggunaan penghematan air, listrik, alat tulis kantor, plastik dan bahan lainnya misalnya penggunaan air, listrik, kertas dengan efisien. (Lampirkan foto display Juklak, tata tertib, himbauan di lokasi yang tepat dan data pendukung lainnya).

5. Upaya pengelolaan kantin dan atau makanan yang sehat dengan kemasan yang ramah lingkungan dapat dilakukan misalnya:
a. Penempatan lokasi kantin yang memenuhi syarat kebersihan (tidak dekat WC/TPS).
b. Pemeriksaan berkala kualitas makanan kantin (pemeriksaan Penggunaan bahan baku, pewarna dan bahan pengawet).
c. Penggunaan kemasan yang ramah lingkungan hidup.
d. Pemberian pemahaman/penyuluhan kepada pedagang/pegawai kantin.
e. Penyediaan tempat sampah terpisah
f. Penyediaan tempat pencucian dan saluran pembuangan
g. Pengawasan makanan kantin melibatkan guru dan peserta didik
h. Himbauan makanan sehat
(Lampirkan dokumen pendukungnya).

6. Upaya pengelolaan sampah yang dimaksud antara lain :
a. Penyediaan tempat sampah terpisah (organik/anorganik) di kelas, kantin, kantor, bengkel dan laboratorium,
b. Kegiatan 3R dan pengomposan
c. Penyediaan jumlah tenaga kebersihan yang mencukupi.
d. Adanya mekanisme keterlibatan peserta didik dan guru
e. Kebersihan sekolah serta kebersihan di sekitar sekolah,
f. Adanya tempat sampah sementara di lingkungan hidup sekolah (TPS) dan adanya jadwal pengangkutan sampah ke TPS wilayah masing-masing.
(Lampirkan dokumen pendukung).

CATATAN:
1. Perlu diperhatikan kurun waktu pelaksanaan kebijakan, program, kegiatan.
2. Untuk kelengkapan kuesioner, wajib menyampaikan semua lampiran yang terkait dengan pertanyaan yang dimaksud.
3. Semua lampiran disusun berdasarkan urutan pertanyaan kuesioner dan mencantumkan nomor pertanyaan di sudut kanan atas, contoh:
Lampiran: A.3.(ii).a
Keterangan:
Lampiran: A.3.(ii).a adalah lampiran untuk indikator bagian A, pertanyaan nomor 3.(ii), pilihan a.